Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Bawang Merah di Desa Singki, 1995-2022

Authors

  • Nur Wafiq Azizah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar

Keywords:

Petani Bawang, Dinamika, Sosial Ekonomi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika pertanian bawang merah di karenakan bawang merah merupakan salah satu kelompok sayuran yang mempunyai arti penting bagi masyarakat baik itu dilihat dari segi ekonominya yang cukup tinggi dan juga dari segi kandungan gizinya, serta usaha pertanian bawang merah memiliki potensi pasar yang cukup luas dan terbuka sehingga di desa singki sendiri  mayoritas pekerjaan masyarakatnya ialah petani bawang merah. Oleh karena itu penulis memilih untuk meneliti “Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Bawang Merah Di Desa Singki Kabupaten Enrekang” untuk memahami social ekonomi petani bawang. Untuk mencapai tujuan tersebut maka penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang terdiri dari empat yaitu : heuristik atau tehnik pengunmpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara. Setalah data diolah maka data tersebut akan di pilah melalui proses kritik sumber, lalu data yang telah dipilah kemudian akan di intrepretasikan dan disusun kedalam tahapan historiografi yang berupa tulisan utuh berbentuk sebuah narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1)  terjadinya dinamika dalam pertanian bawang merah disebabkan oleh banyak hal, seperti  produksi, pendapatan serta faktor-faktor lainnya sehingga menyebabkan  naik turun hasil petani bawang setiap tahunnya. (2) Adapun dampak sosial ekonomi yang terjadi pada pertanian bawang merah di desa Singki, dari segi ekonomi dengan adanya pertanian bawang merah maka terciptanya sebuah lapangan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan kulitas kehidupan keluarga, sedangkan jika dilihat dari sisi sosial dampak yang di berikan oleh pertanian bawang yaitu meninhgkatkan solidaritas dan kerja sama (gotong royong) antar masyarakat yang berprofesi sebagai petani bawang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmadin, A. (2016a). Nusa Selayar: Sejarah dan kebudayaan masyarakat di kawasan timur Nusantara (Vol. 1). Rayhan Intermedia

Abdussamad, Z. (2022). Buku Metode Penelitian Kualitatif

Ahmadin. 2013. Metode Penelitian Sosial. 1 st ed. Makassar Rayhan Internedia.

Azmi, Y. Bab 1 Pengertian Pertanian. Pertanian Terpadu, 1.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Enrekang. (2021). Penduduk, Laju Pertumbuhan Penduduk, Distribusi Persentase Penduduk, Kepadatan Penduduk, Rasio Jenis Kelamin Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Enrekang

Elihami, E., Rusdin, R. A., Samad, I. S., Amal, A., & Suharman, S. (2023). Pelatihan Pemasaran Online Bawang Goreng Bagi Masyarakat Di Desa Mendatte, Kabupaten Enrekang. E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 279-284

Enrekangkab.go.id. (n.d.). Enrekang catat produksi bawang merah tertinggi di Indonesia.

Fajjriyah, N. (2017). Kiat sukses budidaya bawang merah. Bio Genesis

Febrianti, M. (2022). Kontribusi Usahatani Bawang Merah Terhadap Pendapatan Petani di Kelurahan Tanete, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. (Doctoral dissertation, Universitas Bosowa)

Ginting, A. B. (2012). Kontribusi Usahatani Padi Dan Usaha Sapi Potong Terhadap Pendapatan Keluarga Petani Di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan (Doctoral dissertation, Program Pascasarjana Undip)

Hakim, T., & Anandari, S. (2019). Responsif Bokashi Kotoran Sapi dan POC Bonggol Pisang terhadap Pertumbuhan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Agrium: Jurnal Ilmu Pertanian, 22(2), 102-106

Hasanah, H. (2017). Teknik-teknik observasi (sebuah alternatif metode pengumpulan data kualitatif ilmu-ilmu social). At-Taqaddum, 8(1), 21-46

Huang, S. F. (2010). Phylogenetic Analysis of Allium Species. Molecular Phylogenetics and Evolution, 56(2), 481-49

Jaelani, S. S. (2007). Khasiat Bawang Merah. Kanisius.

Jaelani.2007. Khasiat Bawang Merah. Penerbit Kanisius. Yogyakarta

Kementerian Pertanian RI. (2015). Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2015-2019

Khoiroh, M., Umma, S., Amalia, F. K., Zulfa, E. I., Nurdamayanti, E. F., Dirana, F. S., ... & Mara, R. A. (2023). Pemberdayaan Inovasi Pupuk Organik Cair Jakaba Super untuk Mengoptimalkan Hasil Panen Bawang Merah di Desa Puhkerep, Rejoso, Nganjuk. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 14(3), 457-465

Kusmiadi, E. (2014). Pengertian dan Sejarah Perkembangan Pertanian. Pengantar Ilmu Pertanian, 1-28

Lumentut, J., Pratiknjo, M. H., & Mulianti, T. (2022). Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Bawang Merah di Desa Guaan, Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Holistik , Journal of Social and Culture

Nugraha, Wahyu. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi petani bawang merah di kabupaten enrekang. Diss. Universitas Muhammadiyah Palopo, 2022

Pakpahan, T. E., Hidayatullah, T., & Mardiana, E. (2020). Aplikasi Biochar dan Pupuk Kandang Terhadap Budidaya Bawang Merah di Tanah Inceptisol Kebun Percobaan Politeknik Pembangunan Pertanian Medan. Agrica Ekstensia, 14(1)

Putrasamedja, S., & Suwandi, S. (1996). Bawang Merah di Indonesia. Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bandung

Reid, A. (1988). Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450-1680. Yale University Press

Downloads

Published

14-06-2025

How to Cite

Azizah, N. W. (2025). Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Bawang Merah di Desa Singki, 1995-2022. RESO: Journal of Economics, Social and History, 1(1), 12–18. Retrieved from https://jurnalprofau.com/index.php/reso/article/view/87

Issue

Section

Artikel Terbitan Januari-Juni 2025